Tekanan darah tinggi yang dibiarkan bisa merusak organ penting tubuh secara perlahan. Banyak orang merasa baik baik saja padahal komplikasi penyakit hipertensi sudah mulai muncul. Redmed Pharmacy siap membantu menyediakan obat dan alat kesehatan yang aman untuk menunjang terapi hipertensi.
Apa itu Penyakit Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal dalam jangka waktu panjang. Tekanan darah tinggi yang dibiarkan dapat mempercepat pengerasan pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke organ. Risiko komplikasi pun akan meningkat bila pasien juga memiliki diabetes, kolesterol tinggi, atau obesitas.
Penyebab dan faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan hipertensi.
- Pola makan tinggi garam dan lemak jenuh.
- Kurang aktivitas fisik dan jarang olahraga.
- Kebiasaan merokok dan sering mengonsumsi alkohol.
- Stres berkepanjangan dan kualitas tidur yang buruk
Komplikasi Penyakit Hipertensi yang Paling Berbahaya
Tekanan darah yang terus tinggi akan membebani jantung dan pembuluh darah di seluruh tubuh. Akibatnya, komplikasi penyakit hipertensi dapat muncul di jantung, otak, ginjal, mata, hingga pembuluh darah kaki.
1. Penyakit Jantung Koroner
Hipertensi membuat pembuluh darah jantung kaku dan sempit sehingga aliran darah ke otot jantung berkurang. Penumpukan plak lemak dapat memicu nyeri dada saat aktivitas dan rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan atau rahang.
Jika plak pecah, bekuan darah bisa menutup aliran dan memicu serangan jantung. Kondisi ini sering berujung pada rawat inap dan tindakan medis darurat, terutama bila tekanan darah tidak terkontrol dengan baik.
2. Gagal Jantung
Saat tekanan darah terus tinggi, jantung harus memompa lebih kuat agar darah tetap mengalir ke seluruh tubuh. Otot jantung kemudian menebal dan kaku, lalu perlahan melemah karena kelelahan kronis.
Pasien dapat mengalami sesak napas, cepat lelah, dan bengkak di kaki akibat penumpukan cairan. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung dan termasuk komplikasi penyakit hipertensi yang dapat mengurangi kualitas hidup pasien.
3. Stroke
Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu, baik karena pembuluh darah pecah atau tersumbat. Hipertensi memicu kerusakan dinding pembuluh darah otak sehingga lebih mudah pecah atau tertutup bekuan darah.
Gejalanya bisa berupa kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, bicara pelo, atau gangguan penglihatan. Stroke dapat menimbulkan kelumpuhan permanen dan sering memerlukan rehabilitasi jangka panjang agar fungsi tubuh perlahan membaik.
4. Penyakit Ginjal Kronis
Ginjal menyaring darah setiap menit dan sangat bergantung pada pembuluh darah kecil yang sehat. Tekanan darah yang terus tinggi merusak pembuluh ini sehingga kemampuan ginjal menyaring racun dan cairan berlebih menurun.
Penderita bisa mengalami bengkak, tekanan darah makin sulit terkontrol, dan perubahan frekuensi buang air kecil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang memerlukan dialisis atau bahkan transplantasi ginjal.
5. Kerusakan Retina Mata
Retina adalah bagian mata yang peka cahaya dan penuh pembuluh darah kecil. Hipertensi menyebabkan pembuluh darah tersebut menebal, menyempit, bahkan bocor sehingga mengganggu fungsi penglihatan.
Pasien dapat mengeluh penglihatan kabur, muncul bintik hitam, atau garis yang tampak bergelombang. Kerusakan retina sebagai komplikasi penyakit hipertensi berisiko menurunkan ketajaman penglihatan bila tidak ditangani dengan cepat.
6. Aneurisma Aorta
Aorta adalah pembuluh darah besar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat melemahkan dinding aorta hingga terbentuk benjolan atau pelebaran yang disebut aneurisma.
Awalnya kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala jelas sehingga sulit dikenali. Namun, jika aneurisma membesar dan robek, perdarahan hebat dapat terjadi dan mengancam nyawa sehingga perlu penanganan darurat segera.
7. Penyakit Pembuluh Darah Perifer
Pembuluh darah perifer terutama terdapat di tungkai dan lengan. Hipertensi mempercepat kerusakan dinding pembuluh ini sehingga aliran darah ke jaringan berkurang.

Source: Freepik
Akibatnya, pasien dapat merasakan nyeri kaki saat berjalan, kram, atau kaki menjadi dingin. Luka di kaki juga lebih sulit sembuh dan rentan infeksi sehingga pada kasus berat dapat berujung tindakan amputasi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
8. Gangguan Fungsi Kognitif
Otak memerlukan aliran darah yang stabil agar sel saraf dapat bekerja dengan baik. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol mengganggu sirkulasi halus di otak sehingga sel saraf mudah rusak.
Dalam jangka panjang, penderita bisa mengalami penurunan daya ingat, sulit fokus, dan melambat dalam berpikir. Pada usia lanjut, komplikasi penyakit hipertensi ini sering tampak sebagai demensia vaskular yang mengganggu kemandirian.
9. Sindrom Metabolic
Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida naik, kolesterol baik rendah, dan lingkar perut besar. Hipertensi menjadi salah satu komponen penting dalam sindrom ini dan sering berjalan bersama obesitas serta resistensi insulin.
Kombinasi faktor tersebut meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Karena itu, kondisi ini perlu dicegah dengan pengaturan pola makan, aktivitas fisik rutin, dan pemantauan medis berkala.
10. Gangguan Kehamilan
Pada kehamilan, tekanan darah yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi preeklamsia. Kondisi ini ditandai tekanan darah tinggi, bengkak, dan protein dalam urin yang menunjukkan gangguan fungsi organ.
Ibu hamil berisiko kejang, kerusakan hati atau ginjal, sementara janin berisiko tumbuh terhambat atau lahir prematur. Preeklamsia membutuhkan pemantauan ketat oleh dokter kandungan agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga sepanjang kehamilan.
Tanda Komplikasi Hipertensi Mulai Terjadi
Gejala komplikasi penyakit hipertensi sering muncul saat kerusakan organ sudah cukup berat. Karena itu, tekanan darah perlu dipantau secara rutin agar perubahan bisa diketahui sejak awal.
1. Gejala dari Jantung dan Pembuluh Darah
- Nyeri atau rasa tertekan di dada.
- Jantung berdebar atau detak tidak teratur.
- Sesak napas saat aktivitas ringan.
- Bengkak di tungkai atau pergelangan kaki.
2. Gejala dari Otak
- Sakit kepala berat yang muncul mendadak.
- Sulit bicara dan bicara tidak jelas.
- Lumpuh mendadak di wajah, lengan, atau tungkai pada satu sisi tubuh.
- Gangguan keseimbangan dan sulit berjalan.
3. Gejala dari Ginjal dan Mata
- BAK menjadi lebih sering atau justru berkurang.
- Bengkak di wajah dan sekitar mata.
- Penglihatan kabur dan muncul titik hitam di lapang pandang.
Kapan Perlu Segera ke Dokter?
Segera periksa ke dokter bila tekanan darah sangat tinggi dan tidak turun meski sudah istirahat. Kondisi darurat juga muncul bila Anda merasakan nyeri dada, sesak napas, atau gejala mirip stroke seperti bicara pelo, wajah mencong, dan lumpuh pada salah satu sisi tubuh.
Keluhan mendadak pada penglihatan, bengkak berat, atau berkurangnya frekuensi buang air kecil juga perlu diwaspadai sebagai tanda kemungkinan komplikasi penyakit hipertensi yang serius.
FAQ
Komplikasi hipertensi adalah kerusakan organ yang muncul akibat tekanan darah tinggi yang berlangsung lama. Organ yang sering terdampak antara lain jantung, otak, ginjal, mata, dan pembuluh darah.
Pada banyak orang, hipertensi dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup dan obat dari dokter. Meski tekanan darah bisa stabil, risiko komplikasi tetap perlu diawasi melalui kontrol rutin.
Tidak semua pasien akan mengalami komplikasi berat. Namun, risiko meningkat bila tekanan darah tinggi dibiarkan tanpa pengobatan atau pasien tidak patuh minum obat.
-Rutin cek tekanan darah di rumah atau fasilitas kesehatan.
-Mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh.
-Olahraga teratur dan menjaga berat badan ideal.
-Menghindari rokok dan membatasi alkohol.
-Mengonsumsi obat hipertensi sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikan sendiri.
Dokter akan menilai angka tekanan darah, usia, penyakit lain, dan risiko kardiovaskular. Bila perubahan pola hidup tidak cukup, obat perlu diberikan untuk mencegah komplikasi.
Yuk Jaga Tekanan Darah Bersama Redmed Pharmacy
Tekanan darah yang terkontrol membantu mencegah komplikasi penyakit hipertensi dan menjaga fungsi organ tetap baik. Dukungan obat, alat cek tekanan darah, dan suplemen yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Source: Freepik
Untuk memenuhi kebutuhan obat hipertensi, alat kesehatan, hingga vitamin penunjang, Anda dapat memilih berbagai produk di toko resmi Redmed Pharmacy melalui layanan online yang mudah diakses. Melalui platform ini, Anda bisa menemukan obat generik, obat resep, serta produk kesehatan lain yang mendukung pengelolaan hipertensi sehari hari.