Saat puasa, pola makan berubah total dan asupan gizi bisa ikut berkurang. Kondisi ini sering membuat tubuh mudah lelah, pusing, dan kurang fokus.
Salah satu cara membantu menjaga stamina adalah dengan memenuhi vitamin yang dibutuhkan saat puasa lewat makanan dan suplemen yang tepat. Pemilihan vitamin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, riwayat penyakit, dan anjuran tenaga kesehatan.
Kenapa Tubuh Tetap Membutuhkan Vitamin Saat Puasa
Tubuh tetap bekerja meski tidak makan dan minum selama beberapa jam. Metabolisme, perbaikan sel, dan kerja hormon tetap berjalan dan memerlukan asupan vitamin yang cukup.
Beberapa alasan pentingnya vitamin yang dibutuhkan saat puasa adalah:
- Membantu pelepasan energi dari makanan saat sahur dan berbuka.
- Menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
- Mendukung fungsi saraf dan konsentrasi selama beraktivitas.
- Menjaga kesehatan kulit, mata, dan mukosa mulut yang dapat kering saat kurang cairan.
- Membantu proses pemulihan bila sedang dalam pengobatan tertentu.
Kebutuhan vitamin saat puasa bisa dipenuhi dari menu seimbang dan, bila perlu, suplemen yang sesuai anjuran dokter. Hindari minum vitamin sembarangan, terutama bila memiliki penyakit kronis atau sedang mengonsumsi obat rutin.
Daftar Vitamin yang Dibutuhkan Saat Puasa dari Makanan
Sebelum memilih suplemen, usahakan sumber utama vitamin tetap dari makanan utuh seperti buah, sayur, kacang, dan sumber protein sehat. Suplemen berperan sebagai pelengkap bila dari makanan saja belum cukup. Berikut beberapa jenis vitamin yang bisa Anda pertimbangkan sesuai kebutuhan:
1. Vitamin B Kompleks untuk Energi
Vitamin B kompleks berperan penting dalam membantu mengubah makanan menjadi energi. Saat puasa, vitamin ini membantu mengurangi rasa mudah lelah dan lesu, terutama bila aktivitas harian cukup padat.
Sumber makanan
- Daging tanpa lemak, telur, ikan.
- Kacang-kacangan, gandum utuh, beras merah.
- Susu dan produk olahan susu.
Manfaat saat puasa
- Membantu produksi energi dari karbohidrat, protein, dan lemak.
- Mendukung fungsi saraf dan konsentrasi.
- Menjaga nafsu makan tetap baik saat sahur dan berbuka.
2. Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh
Vitamin C adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan saat puasa untuk membantu menjaga imunitas. Asupan vitamin C yang cukup membantu tubuh lebih kuat terhadap infeksi, terutama ketika pola tidur dan pola makan berubah.
Sumber makanan
- Jeruk, lemon, kiwi, stroberi.
- Paprika, tomat, brokoli, bayam.
Manfaat saat puasa
- Membantu produksi kolagen untuk kesehatan kulit dan pembuluh darah.
- Menunjang pemulihan bila sedang flu atau sariawan.
- Mendukung penyerapan zat besi dari makanan.
3. Vitamin D untuk Tulang dan Kekebalan
Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium untuk kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, vitamin ini juga berpengaruh pada daya tahan tubuh.
Sumber vitamin D
- Paparan sinar matahari pagi secukupnya.
- Ikan berlemak, kuning telur, produk susu yang diperkaya vitamin D.
Manfaat saat puasa
- Menjaga tulang tetap kuat meski asupan kalsium mungkin berkurang.
- Mendukung fungsi kekebalan tubuh.
- Membantu menjaga mood dan energi.
4. Vitamin E Sebagai Antioksidan
Vitamin E merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas. Selama puasa, stres oksidatif bisa meningkat bila pola makan tidak seimbang atau kurang sayur dan buah.
Sumber makanan
- Kacang almond, biji bunga matahari, hazelnut.
- Minyak nabati sehat dan sayuran hijau.
Manfaat saat puasa
- Menjaga kesehatan kulit yang bisa terasa kering.
- Mendukung kesehatan pembuluh darah.
- Bekerja bersama vitamin C sebagai penjaga sel tubuh.
5. Vitamin A untuk Mata dan Kulit
Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan mata kering dan gangguan penglihatan malam.
Sumber makanan
- Wortel, labu, ubi jalar oranye.
- Sayuran hijau tua seperti bayam dan kangkung.
- Hati, telur, susu.
Manfaat saat puasa
- Menjaga kesehatan mata selama aktivitas harian.
- Mendukung daya tahan terhadap infeksi.
- Membantu menjaga kelembapan kulit.
6. Vitamin K untuk Pembekuan Darah dan Tulang
Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang. Meski jarang dibahas, vitamin ini tetap termasuk vitamin yang dibutuhkan saat puasa untuk menjaga fungsi tubuh berjalan baik.

Source: Freepik
Sumber makanan
- Sayuran hijau seperti brokoli, kubis, sawi.
- Minyak nabati dan beberapa jenis buah.
Manfaat saat puasa
- Menjaga proses pembekuan darah normal.
- Mendukung kesehatan tulang bersama vitamin D dan kalsium.
7. Vitamin B12 untuk Saraf dan Darah
Vitamin B12 penting untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan saraf. Kekurangan vitamin ini bisa memicu lemas, pucat, dan kesemutan.
Sumber makanan
- Daging, ikan, telur, susu.
- Produk hewani lain yang diperkaya vitamin B12.
Manfaat saat puasa
- Membantu mencegah anemia.
- Mendukung konsentrasi dan fungsi otak.
8. Asam Folat untuk Darah dan Kehamilan
Asam folat adalah bagian dari vitamin B yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan perkembangan janin pada ibu hamil. Kebutuhan asam folat pada ibu hamil lebih tinggi dan biasanya memerlukan suplemen khusus.
Sumber makanan
- Sayuran hijau, kacang-kacangan, buah jeruk.
- Sereal yang diperkaya asam folat.
Manfaat saat puasa
- Membantu mencegah anemia.
- Mendukung perkembangan janin pada ibu hamil yang berpuasa sesuai anjuran dokter.
9. Multivitamin Sebagai Pelengkap
Multivitamin dapat menjadi pilihan bila sulit memenuhi semua vitamin yang dibutuhkan saat puasa hanya dari makanan. Produk multivitamin umumnya mengombinasikan beberapa vitamin dan mineral dalam satu sediaan.
Hal yang perlu diperhatikan
- Pilih multivitamin yang sesuai usia, kondisi kesehatan, dan anjuran dokter.
- Perhatikan dosis dan aturan pakai di kemasan.
- Hindari mengonsumsi beberapa produk dengan kandungan sama dalam dosis tinggi.
5 Rekomendasi Suplemen Vitamin untuk Puasa
Selain dari makanan, suplemen bisa membantu melengkapi vitamin yang dibutuhkan saat puasa. Berikut beberapa merek vitamin yang mudah ditemukan di apotek dan toko kesehatan.
1. Blackmores Multivitamins plus Minerals
Blackmores Multivitamins plus Minerals membantu memenuhi berbagai vitamin yang dibutuhkan, termasuk vitamin A, B kompleks, C, D, E, serta beberapa mineral penting. Produk ini cocok untuk dewasa yang ingin menjaga stamina, daya tahan tubuh, dan tetap fokus beraktivitas selama puasa. Konsumsi biasanya satu tablet per hari setelah makan, mengikuti aturan di kemasan.
2. Renovit Multivitamin and Mineral
Renovit Multivitamin and Mineral mengandung kombinasi vitamin dan mineral yang dirancang untuk mendukung pemulihan dan daya tahan tubuh. Suplemen ini bisa dipertimbangkan sebagai pelengkap saat puasa bagi yang sering merasa lemas atau baru sembuh dari sakit. Ikuti dosis yang dianjurkan di kemasan dan hindari penggunaan berlebih tanpa arahan tenaga kesehatan.
3. Enervon C atau Enervon Active
Enervon C dan Enervon Active termasuk suplemen populer yang mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks untuk membantu stamina dan daya tahan tubuh. Produk ini cocok diminum saat sahur atau setelah berbuka bagi yang butuh asupan tambahan agar tidak mudah lelah. Baca aturan pakai karena beberapa varian memiliki komposisi dan dosis yang berbeda.
4. Redoxon Triple Action atau Fortimun
Redoxon Triple Action dan Redoxon Fortimun mengombinasikan vitamin C, vitamin D, dan zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Kombinasi ini dapat mendukung pemenuhan vitamin terutama untuk imunitas. Bentuk effervescent juga membantu asupan cairan saat sahur atau berbuka bila dikonsumsi sesuai petunjuk.
5. Holisticare Ester C
Holisticare Ester C dikenal sebagai suplemen vitamin C dengan formula yang lebih bersahabat untuk lambung dan daya serap yang baik. Produk ini dapat dipilih bagi yang ingin fokus pada imunitas, sariawan, dan keluhan mudah sakit saat puasa. Konsumsi sesuai dosis harian yang dianjurkan agar tidak melebihi kebutuhan tubuh.
Waktu Terbaik Minum Vitamin Saat Puasa
Waktu terbaik minum vitamin yang dibutuhkan saat puasa adalah saat sahur dan setelah berbuka. Saat sahur, vitamin membantu tubuh memproses makanan dan menjaga energi sepanjang hari. Setelah berbuka, lambung sudah terisi sehingga penyerapan vitamin lebih nyaman.
Vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K sebaiknya diminum bersama makanan berlemak sehat. Vitamin B kompleks dan vitamin C umumnya lebih fleksibel, bisa saat sahur atau setelah makan malam.
FAQ
Tidak. Kalau makan sahur dan berbuka sudah seimbang, biasanya kebutuhan vitamin sudah tercukupi. Suplemen dibutuhkan bila ada kondisi khusus atau saran dokter.
Vitamin dalam bentuk tablet atau kapsul yang diminum siang hari umumnya dianggap membatalkan puasa. Karena itu, minum vitamin sebaiknya saat sahur atau setelah berbuka.
Pilih yang punya izin edar resmi, cek kandungan dan tanggal kedaluwarsa, lalu ikuti dosis di kemasan. Bila punya penyakit tertentu, lebih baik konsultasi dulu.
Segera ke dokter bila lemas disertai pusing berat, berdebar, atau sesak. Bisa jadi ada masalah medis lain yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Jaga Stamina Saat Puasa Bersama Redmed Pharmacy

Source: Freepik
Memenuhi vitamin yang dibutuhkan saat puasa membantu tubuh tetap bertenaga dan ibadah berjalan lancar. Pastikan pilihan vitamin sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Bila membutuhkan suplemen, obat, dan perlengkapan kesehatan, Anda bisa membeli secara online di Redmed Pharmacy.